Sabtu, 17 Oktober 2009

Kelebihan EPS pada Suzuki Karimun

1. Free Maintenance
Bisa dibilang EPS pada Karimun itu free maintenance, alias bebas perawatan karena beda dengan hidraulis yang menggunakan oli–dimana pada periode tertentu diharuskan mengecek dan mengganti olinya, EPS Karimun menggunakan sistem elektrik, tidak ada pompa hidraulis, tidak ada oli, tidak ada perawatan.

2. Tidak Membebankan Kinerja Mesin
Karena tidak menggunakan pompa hidraulis, maka tenaga dari mesin tidak berkurang untuk menggerakan pompa. EPS Karimun sama sekali tidak membebankan kinerja mesin.

3. Off pada kecepatan >60 KM/h
Uniknya EPS pada Karimun akan mati pada saat kecepatan di atas 60 KM/h, hal ini tentu saja lebih kepada kenyamanan dan keamanan pengemudi sehingga handling setir tetap mantap di kecepatan tinggi.

YANG HARUS ANDA KETAHUI

Pada panel instrumen Karimun terdapat indikator EPS yang merupakan indikasi bekerja atau tidaknya(ada masalah) pada power steering Karimun. Indikator EPS biasanya akan mati saat mesin sudah hidup (pada Karimun tahun terbaru) atau hidup beberapa saat kemudian mati sebelum di start. Jika indikator EPS menyala terus (atau berkedip) setelah mesin hidup serta setir terasa berat, kemungkinan ada masalah dengan EPSnya.
Opps…jangan panik dulu kalau indikator EPSnya menyala. EPS Karimun bisa dibilang bandel karena sangat jarang sekali rusak. Biasanya problem ini muncul karena ada masalah dengan sistem kelistrikannya. Karena menggunakan EPS maka listrik menjadi sumber utama sebagai pasokan tenaga untuk menggerakan motor power steering. Maka coba jalani pengecekan hal-hal berikut.

1. Cek Aki dan Alternator
Karena pada saat menyalakan pertama kali EPS mengambil daya dari Aki untuk menghidupkannya, jika Aki tekor/lemah maka EPS akan lemah, biasanya juga dibarengi dengan mesin susah di start.
Periksa juga Alternator, apakah masih dalam kondisi baik, karena bila alternator rusak maka pengisian listrik ke aki akan bermasalah sehingga aki cepat tekor meskipun aki sudah di ganti baru. Caranya mengeceknya dengan melepas positif aki saat mesin dinyalakan. Jika pengisian bagus maka mesin tetap hidup.
Perlu diperhatikan juga bahwa penggantian aki jangan sampai melebihi spesifikasi standar mobil, karena jika mengganti dengan ampere yang besar maka spesifikasi alternator juga perlu diganti dengan yang kapasitasnya lebih besar.

2. Cek Konektor EPS dan Sekring
Cek Konektor EPS yang ada di balik dashboard, biasanya karena usia atau goncangan konektor dapat menjadi longgar atau kotor, bisa dibersihkan dengan cairan penetran seperti WD-40.
Selanjutnya cek juga sekring power steering, apakah putus atau tidak, karena jika putus maka aliran listrik ke power steering juga akan terputus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar