Pernahkah Anda merasakan kelelahan yang luar biasa saat Anda melakukan perjalanan jauh dengan mobil Anda? Mungkin mobil Anda mempunyai masalah pada bagian kaki-kakinya, yang tugasnya adalah menopang body mobil dan keseluruhan beban yang harus dibawanya. Dari tugas yang harus ditanggung tersebut, Anda tentunya bisa memahami seberapa vital fungsi dari kaki-kaki mobil Anda.
Maka dari itu, sebaiknya Anda perlu memeriksa kondisinya, terutama setelah Anda melakukan perjalanan yang jauh. Ada baiknya Anda memeriksanya sendiri terlebih dahulu, sebelum Anda meyerahkan mobil Anda ke bengkel. Beberapa hal yang perlu diperiksa pada sistem kaki-kaki mobil Anda, setelah perjalanan yang jauh adalah sebagai berikut.
1. Rem
- Untuk Rem Mobil Model Teromol
Setelah Anda melakukan perjalanan yang jauh, periksalah kondisi rem mobil Anda. Caranya cukup mudah, bahkan Anda bisa melakukannya sambil duduk di dalam kabin mobil Anda. Untuk memeriksa ketebalan kanvas rem mobil Anda, lakukanlah dengan bantuan rem tangan. Rem tangan berhubungan dengan rem belakang mobil Anda.
Jika Anda akan melakukan pengecekan dengan cara seperti ini, berarti Anda harus mengingat ketinggian tuas saat ditarik sehingga bisa dibandingkan dengan posisi yang sekarang. Tambah tinggi posisi rem tangan, berarti rem tambah tipis.
Rem Tangan
Semisal, sebelum dipakai perjalanan, saat rem tangan ditarik maksimal terdengar 5 kali bunyi 'klik' mobil sudah dalam keadaan terkunci dan setelah dipakai perjalanan, saat rem tangan ditarik maksimal terdengar bunyi 'klik' hingga lebih dari 5 kali, berarti rem mobil Anda tambah tipis. Sehingga, Anda bisa kembali menyetel kembali jarak rem dengan teromol.
- Untuk Rem Mobil Model Cakram
Anda perlu membuka ban terlebih dahulu, lalu periksa ketebalan kampas remnya. Jika sudah kurang dari 1 mm, segera ganti dengan yang baru.
Pengecekan Shockbreaker
2. Shockbreaker
Untuk mengeceknya, tekan bodi mobil Anda sekuatnya, lalu lihat pantulannya. Jika 'tendangan balik'-nya berulang-ulang, berarti shockbreaker mobil Anda sudah waktunya diganti. Sama halnya, jika pantulannya lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum bodi mobil ditekan. Hal ini sangat perlu penanganan segera dan tidak bisa ditunda lagi. Sehingga Anda harus membawanya ke bengkel mobil terpercaya yang terdekat dan kemudian ganti dengan shockbreaker yang baru.
3. Spooring dan Balancing
Khusus untuk spooring dan balancing roda, harus ditangani oleh bengkel yang ahli di bidang itu. Gejala ban yang membutuhkan spooring adalah saat dikendarai, mobil serasa 'melayang' dan antara kemudi dengan roda seolah 'tak kompak' atau 'tak sinkron'. Sehingga, mobil Anda membutuhkan keselarasan roda kiri dan kanan. Begitu pula dengan balancing, perlu ditimbang ulang keseimbangan rodanya. Gejala ketidakseimbangan pada roda adalah saat mobil dipakai pada kecepatan yang tinggi, kemudi terasa bergetar.
So, segera periksa sistem kaki-kaki mobil Anda, sekarang juga!
KapanLagi.com
Kamis, 19 November 2009
Tips Mudah Membuat Suhu Mobil Nyaman
Setelah memarkir mobil lebih dari 1,5 jam di bawah terik matahari, lalu Anda masuk, pasti panasanya serasa di tengah gurun pasir, apalagi jika baru saja keluar dari kantor dengan berbagai macam persoalan yang belum terselesaikan.Berikut ini Tips meminimalisasi suhu interior mobil agar tetap nyaman meski Anda memarkirnya di tempat panas:
1. Kaca Film Berkualitas. Pilih kaca film dengan daya tolak panas yang tinggi (40%-90%). Harganya memang relatif lebih mahal, tapi umur pemakaiannya juga lebih panjang. Selain itu juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda saat berada di dalam mobil.
2. Tempat Duduk Kulit/Semi Kulit. Tempat duduk kulit memang terlihat lebih mewah dan nyaman, namun kenyamanannya akan berkurang saat tempat duduk terekspose oleh terik matahari, karena sifat kulit yang menyerap panas. Karena itu sebaiknya Anda menghindari penggunaan tempat duduk yang tebuat dari kulit.
3. Screen Sunshade. Sebaiknya anda selalu menyediakan screen sunshade untuk melindungi matahari yang masuk melalui kaca mobil Anda. Biasanya alat ini digunakan di bagian kaca depan mobil saat mobil diparkir, untuk memblokir sinar matahari. Alat ini selain melindungi suhu bagian dalam mobil juga melindungi dashboard mobil Anda dari terik matahari yang menyengat
4. Service AC secara rutin minimal 6 bulan sekali, jangan menunggu ada kerusakan dulu baru diservice
1. Kaca Film Berkualitas. Pilih kaca film dengan daya tolak panas yang tinggi (40%-90%). Harganya memang relatif lebih mahal, tapi umur pemakaiannya juga lebih panjang. Selain itu juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda saat berada di dalam mobil.
2. Tempat Duduk Kulit/Semi Kulit. Tempat duduk kulit memang terlihat lebih mewah dan nyaman, namun kenyamanannya akan berkurang saat tempat duduk terekspose oleh terik matahari, karena sifat kulit yang menyerap panas. Karena itu sebaiknya Anda menghindari penggunaan tempat duduk yang tebuat dari kulit.
3. Screen Sunshade. Sebaiknya anda selalu menyediakan screen sunshade untuk melindungi matahari yang masuk melalui kaca mobil Anda. Biasanya alat ini digunakan di bagian kaca depan mobil saat mobil diparkir, untuk memblokir sinar matahari. Alat ini selain melindungi suhu bagian dalam mobil juga melindungi dashboard mobil Anda dari terik matahari yang menyengat
4. Service AC secara rutin minimal 6 bulan sekali, jangan menunggu ada kerusakan dulu baru diservice
Perilaku Salah Penggunaan Mobil
Kondisi mobil bisa dilihat dari perilaku pemiliknya ketika mengemudi. Apabila biasanya komponen berumur 2-3 tahun, akibat perilaku salah, dapat berusia separuhnya. Untuk itu berikut ini disampaikan tips menghindari perilaku-perilaku Salah dalam penggunaan mobil:
1. Setengah Kopling. Hal ini biasanya terjadi ketikamobil sedang menaiki tanjakan dan dalam kondisi jalan macet atau padat merayap. Agar tidak mundur sekaligus cepat jika mulai maju, pengemudi melakukan trik setengah kopling. Jenis mengemudi dengan kopling tetap diinjak ketika mobil sedang melaju juga dapat dikategorikan pada penggunaan setengah kopling. Apabila dibiarkan terus lama kelamaan kampas kopling akan cepat habis. Deteksi paling mudah adalah dengan bau sangit saat dipakai untuk menanjak. Selain itu, meski pedal kopling dilepas mobil tetap tidak melaju dengan kencang karena sudah slip. Akan lebih bijaksana apabila Anda menggunakan hand rem (rem tangan) untuk mengatasi medan ini.
2. Lepas Kopling Menghentak. Lepas kopling menghentak diiringi dengan menekan pedal gas dalam-dalam membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Selain it, untuk untuk mobil penggerak roda belakang seperti toyota kijang dan lainnya, komponen yang paling sering kena adalah cross joint. Hal ini dapat dideteksi dengan melepas pedal kopling dan menginjak pedal gas akan terdengar dentingan besi beradu dan gemerutuk di kolong mobil. Sementara untuk mobil dengan penggerak roda depan, komponen yang pling sering kena adalah CV joint atau sering disebut juga kepala as roda.
3. Mengerem Keras. Biasanya pengemudi suka menekan pedal rem dalam-dalam dengan jarak titik pengereman pendek. Kalu biasanya dalam pemaiakan normal kampas rem baru habis setelah 2-3 tahun, dengan teknik ini paling hanya butuh waktu 1 tahun karena kampas rem bekerja lebih keras dari biasanya.
4. Menerjang Jalan Rusak. Disini yang paling diwaspadai adalah bagian kai-kaki. Mulai dari shockbreaker, bushing, arm, ball joint, tie rod sampai dengan roda dan velg. Terlebih apabila mobil sedang kondisi mengangkut beban berat. Hal ini akan menyebabkan benturan yang terjadi lebih sering yang pada akhirnya akan memprcepat umur komponen
5. Menahan Setir Saat Berbelok. Biasanya sering dilakukan ketika sedang memarkir kendaraan. Untuk mobil-mobil yang telah menggunakan power steering sistem hidrolis akan menyebabkan kerusakan pada sil pompa power steering. Pada umumnya tekanan pompa akan bekerja maksimal saat roda dibelokan hingga mentok. Apabila setir tidak dikembalikan, tekanan akan terjadi terus menerus yang lama
tipsanda.com
1. Setengah Kopling. Hal ini biasanya terjadi ketikamobil sedang menaiki tanjakan dan dalam kondisi jalan macet atau padat merayap. Agar tidak mundur sekaligus cepat jika mulai maju, pengemudi melakukan trik setengah kopling. Jenis mengemudi dengan kopling tetap diinjak ketika mobil sedang melaju juga dapat dikategorikan pada penggunaan setengah kopling. Apabila dibiarkan terus lama kelamaan kampas kopling akan cepat habis. Deteksi paling mudah adalah dengan bau sangit saat dipakai untuk menanjak. Selain itu, meski pedal kopling dilepas mobil tetap tidak melaju dengan kencang karena sudah slip. Akan lebih bijaksana apabila Anda menggunakan hand rem (rem tangan) untuk mengatasi medan ini.
2. Lepas Kopling Menghentak. Lepas kopling menghentak diiringi dengan menekan pedal gas dalam-dalam membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Selain it, untuk untuk mobil penggerak roda belakang seperti toyota kijang dan lainnya, komponen yang paling sering kena adalah cross joint. Hal ini dapat dideteksi dengan melepas pedal kopling dan menginjak pedal gas akan terdengar dentingan besi beradu dan gemerutuk di kolong mobil. Sementara untuk mobil dengan penggerak roda depan, komponen yang pling sering kena adalah CV joint atau sering disebut juga kepala as roda.
3. Mengerem Keras. Biasanya pengemudi suka menekan pedal rem dalam-dalam dengan jarak titik pengereman pendek. Kalu biasanya dalam pemaiakan normal kampas rem baru habis setelah 2-3 tahun, dengan teknik ini paling hanya butuh waktu 1 tahun karena kampas rem bekerja lebih keras dari biasanya.
4. Menerjang Jalan Rusak. Disini yang paling diwaspadai adalah bagian kai-kaki. Mulai dari shockbreaker, bushing, arm, ball joint, tie rod sampai dengan roda dan velg. Terlebih apabila mobil sedang kondisi mengangkut beban berat. Hal ini akan menyebabkan benturan yang terjadi lebih sering yang pada akhirnya akan memprcepat umur komponen
5. Menahan Setir Saat Berbelok. Biasanya sering dilakukan ketika sedang memarkir kendaraan. Untuk mobil-mobil yang telah menggunakan power steering sistem hidrolis akan menyebabkan kerusakan pada sil pompa power steering. Pada umumnya tekanan pompa akan bekerja maksimal saat roda dibelokan hingga mentok. Apabila setir tidak dikembalikan, tekanan akan terjadi terus menerus yang lama
tipsanda.com
Senin, 16 November 2009
Tips Lulus Uji Emisi Mobil Tua/Berumur
Jakarta - Aturan uji emisi menjadi momok bagi mobil-mobil tua. Nah biar mobil kesayangan bisa lulus uji emisi mobil harus sering dirawat.
"Biasanya mobil diatas 5 tahun tidak lulus uji emisi, karena kurang perawatan. Kalau tidak lulus yang siap-siap aja keluar uang Rp 50 ribu sampai Rp 400 ribu sesuai dengan kerusakan," kata Manager Operasional Nawilis, Bambang Setyono kepada detikOto, Selasa (10/11/2009).
Nah, dalam hal ini bengkel Nawilis yang terletak di jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan siap memberikan beberapa tips untuk menekan kadar emisi pada mobil tua Anda.
1. Jika Anda pemiliki mobil tua sebaiknya melakukan perawatan berkala agar kondisi mobil tetap prima. Hal itu untuk mencegah mesin terasa kurang enak, tidak bertenaga, serta bisa menekan kadar gas buang pada mobil.
Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan saringan udara, saringan bensin, saringan oli, tutup distributor pada titik pembagi ke busi-busi, busi, cek sistem pengapian. Ganti sparepart fastmoving pada mesin jika memang sudah waktunya, atau ikuti aturan buku panduan.
2. Jangan lupa cek kompresi pada kendaraan Anda. Sebab bila yang satu ini bermasalah, bisa menyebabkan kadar emisi gas pada mobil Anda bertambah. Keuntungan memperhatikan part yang satu ini juga bisa menjaga agar kompresi atau Engine Compression Ratio pada ruang bakar mesin tetap baik.
Namun jika mobil Anda sudah bermasalah sebaiknya Anda segera membawanya ke bengkel langganan Anda. Sebab tidak lulus baku mutu pada mobil Anda berarti mesin mobil Anda sudah bermasalah dan itu harus ditanggapi dengan cepat untuk menjaga mesin mobil tetap fit.
Bambang menyarankan Anda untuk mendiagnosa kerusakan pada mesin mobil kesayangan Anda di bengkel langganan.
Sebab, semua kerusakan tergantung pada data terlebih dahulu. Hal itu menyangkut campuran udara pada bensin, pengapian, tekanan kompresi, kehausan mesin.
"Penanganan itu tergantung dari data kerusakan. Jadi kalau ada kerusakan, jangan sungkan untuk membenahi mesin mobil," tambahnya.
Muhamad Ikhsan - detikOto
"Biasanya mobil diatas 5 tahun tidak lulus uji emisi, karena kurang perawatan. Kalau tidak lulus yang siap-siap aja keluar uang Rp 50 ribu sampai Rp 400 ribu sesuai dengan kerusakan," kata Manager Operasional Nawilis, Bambang Setyono kepada detikOto, Selasa (10/11/2009).
Nah, dalam hal ini bengkel Nawilis yang terletak di jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan siap memberikan beberapa tips untuk menekan kadar emisi pada mobil tua Anda.
1. Jika Anda pemiliki mobil tua sebaiknya melakukan perawatan berkala agar kondisi mobil tetap prima. Hal itu untuk mencegah mesin terasa kurang enak, tidak bertenaga, serta bisa menekan kadar gas buang pada mobil.
Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan saringan udara, saringan bensin, saringan oli, tutup distributor pada titik pembagi ke busi-busi, busi, cek sistem pengapian. Ganti sparepart fastmoving pada mesin jika memang sudah waktunya, atau ikuti aturan buku panduan.
2. Jangan lupa cek kompresi pada kendaraan Anda. Sebab bila yang satu ini bermasalah, bisa menyebabkan kadar emisi gas pada mobil Anda bertambah. Keuntungan memperhatikan part yang satu ini juga bisa menjaga agar kompresi atau Engine Compression Ratio pada ruang bakar mesin tetap baik.
Namun jika mobil Anda sudah bermasalah sebaiknya Anda segera membawanya ke bengkel langganan Anda. Sebab tidak lulus baku mutu pada mobil Anda berarti mesin mobil Anda sudah bermasalah dan itu harus ditanggapi dengan cepat untuk menjaga mesin mobil tetap fit.
Bambang menyarankan Anda untuk mendiagnosa kerusakan pada mesin mobil kesayangan Anda di bengkel langganan.
Sebab, semua kerusakan tergantung pada data terlebih dahulu. Hal itu menyangkut campuran udara pada bensin, pengapian, tekanan kompresi, kehausan mesin.
"Penanganan itu tergantung dari data kerusakan. Jadi kalau ada kerusakan, jangan sungkan untuk membenahi mesin mobil," tambahnya.
Muhamad Ikhsan - detikOto
Jumat, 13 November 2009
Akhir Nopember 2009, sanksi uji emisi mulai diberlakukan

Rencana Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) menegakkan sanksi bagi pelanggar uji emisi dengan denda antara Rp 500 ribu hingga Rp 50 juta, mendapat dukungan dari DPRD DKI Jakarta. Namun, untuk teknis pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut oleh Pemprop DKI bersama DPRD.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferial Sofyan mengatakan, pada dasarnya kalangan dewan sepakat adanya pemberian sanksi bagi pelanggar uji emisi tersebut. Namun hal itu masih pembahasan lebih lanjut agar saat penerapannya di lapangan tepat sasaran.
“Perlu dibahas lebih lanjut soal berapa besar sanksi yang akan diberikan. Ya, lebih jauh lagi dengan adanya tes di lapangan,” ungkap Ferial di gedung DPRD Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Ferial mengatakan, penerapan uji emisi tersebut perlu dirancang secara teknis mengenai pola-pola yang akan dilakukan di lapangan. “Kita perlu tingkatkan uji emisi ini dengan pola-pola lebih baru lagi, kalau perlu adanya suatu sanksi mengikat,” ujarnya.
Menurut Ferial, pengawasan dan pengetatan uji emisi penting dilakukan menyusul kekhawatiran adanya penjualan bebas stiker uji emisi palsu.
“Kita juga khawatir itu jadi barang dagangan. Apalagi, saat ini kita dengar stiker uji emisi banyak diperjualbelikan bebas di masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan perlu ada langkah-langkah bersama untuk mengevaluasi dan melakukan langkah yang lebih konkret dalam penerapan uji emisi tersebut.
“Karena terus terang saja kita punya Perdanya, tapi kalah cepat dengan wilayah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan BPLHD DKI Jakarta, Ridwan Panjaitan mengatakan, setelah uji teguran simpatik selesai dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta, maka mekanisme penegakan hukum perlu diterapkan.
“Jika tidak ada halangan, sesuai rencana penegakan hukum tersebut akan diberlakukan mulai akhir Nopember,” kata Ridwan di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Pelanggaran terhadap Perda No 2 tahun 2005 ini bukan termasuk tindak pidana ringan (tipiring). Pelanggar akan dikenakan denda maksimal Rp 50 juta atau kurungan maksimal enam bulan penjara. “Dalam hal ini tidak bisa menganut tipiring, prosesnya lebih panjang,” ucapnya.
Saat ini telah tersedia sebanyak 238 bengkel pelaksana uji emisi (BPUE) tersertifikasi dan 568 teknisi bersertifikat yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta. Bagi kendaraan yang belum mempunyai stiker uji emisi diharapkan mendatangi bengkel-bengkel yang telah tersertifikasi tersebut.
“Pada akhir Nopember nanti, jika kedapatan kendaraan yang tidak mempunyai stiker uji emisi akan distop dan diuji. Dan jika tidak lulus akan langsung dilakukan pemberkasan dan diserahkan ke pengadilan negri,” jelasnya.
Ridwan mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dengan merawat kendaraan masing-masing. Selain menciptakan udara yang bersih dengan merawat kendaraan juga dapat berimbas dengan penghematan keuangan dan umur kendaraan lebih panjang.
“Salah satu keuntungan dengan melakukan uji emisi yaitu kendaraan kita akan awet. Sekitar sepuluh persen menghemat pembiayaan karena sistem perbaikan yang bagus,” ujarnya.(*)
Salah Kaprah Seputar Pengapian di Mobil
Mobil-mobil produksi sekarang ini umumnya sudah dilengkapi dengan sistem pengapian yang canggih. Tujuannya, tentu berkaitan dengan efisiensi bahan bakar, tetapi tanpa mengorbankan performa.
Namun, kecanggihan sistem pengapian membuatnya semakin sulit diutak-atik. "Pabrikan sekarang sudah membuat sistem pengapian dengan presisi agar konsumsi bahan bakar kian efisien," jelas Taqwa SS, juragan bengkel Garden Speed di Jakarta Barat.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk pemakaian harian, langkah memaksimalkan pengapian dengan komponen standar menjadi tidak begitu penting sehingga sistem pengapian langsung (direct fire) pada mobil-mobil sekarang jarang disentuh ketika akan di-upgrade.
Ada juga yang memaksimalkan pengapian dengan menggunakan komponen aftermarket. "Naiknya enggak banyak, palilng cuma 1 dk," ujar Dalvin dari CK Motorsport. Hal itu bisa terjadi bila kondisi mesin masih standar.
Supaya terhindar dari pengetahuan dan kebiasaan yang salah seputar pengapian, simak petunjuk di bawah ini.
1. Besarnya voltase bukan segalanya
Kemampuan koil untuk memproduksi voltase arus listrik akan membuat pembakaran maksimal dan efisien memang benar. Namun yang terpenting, time delivery-nya. "Time delivery adalah waktu yang diperlukan pada saat arus listrik mengalir dari koil sampai ke busi," ungkap Taqwa. Semakin singkat waktunya, Taqwa melanjutkan, semakin baik pembakaran pada mesin. Untuk sistem direct ignition, time delivery-nya sangat singkat karena arus listrik dari koil langsung dikirim ke busi. Adapun sistem yang tak langsung (indirect) masih membutuhkan distributor.
2. Jangan ganti busi sembarangan
Busi berperforma tinggi, yang diincar karakteristiknya, tidak jauh beda dengan busi aslinya. Ini seperti restriktor dan heat range-nya. Sampai meleset, kerja mesin akan terganggu. Sudah begitu, harganya yang berkisar Rp 50.000-Rp 100.000 per satuan tidak sesuai dengan peningkatan tenaga yang dihasilkan.
3. Pemakaian koil high performace
Untuk mesin mobil yang sudah menganut direct ignition bukan hal yang mutlak pakai koil high performance. Selain harga selangit, kemampuan koil standar sudah cukup, kalau kebutuhannya untuk harian. Lain hal kalau sudah dimodifikasi ekstrem, seperti aplikasi turbo. Sebabnya, pada tahap itu, suplai arus listrik dari koil standar terlalu kecil.
4. Volt stabilizer dan ground wiring
Pemakaian dua komponen ini tidak mendongkrak tenaga yang signifikan, tetapi tetap perlu dipakai. Fungsinya memaksimalkan kualitas pengapian lantaran arus listrik yang ada di mesin menjadi lebih stabil.
5. Pemasangan piggyback
Fungsinya bukan untuk utak-atik setelan mesin, tetapi juga bisa memaksimalkan sektor pengapian. Dengan pemakaian piggyback, waktu pengapian bisa disetel sesuai kebutuhan. Caranya, majukan waktu pengapian beberapa derajat. Efeknya, harus dibarengi dengan pemakaian bahan bakar yang lebih berkualitas. Jika tidak, mesin bisa ngelitik. (Tomo)
Kompas.com
Namun, kecanggihan sistem pengapian membuatnya semakin sulit diutak-atik. "Pabrikan sekarang sudah membuat sistem pengapian dengan presisi agar konsumsi bahan bakar kian efisien," jelas Taqwa SS, juragan bengkel Garden Speed di Jakarta Barat.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk pemakaian harian, langkah memaksimalkan pengapian dengan komponen standar menjadi tidak begitu penting sehingga sistem pengapian langsung (direct fire) pada mobil-mobil sekarang jarang disentuh ketika akan di-upgrade.
Ada juga yang memaksimalkan pengapian dengan menggunakan komponen aftermarket. "Naiknya enggak banyak, palilng cuma 1 dk," ujar Dalvin dari CK Motorsport. Hal itu bisa terjadi bila kondisi mesin masih standar.
Supaya terhindar dari pengetahuan dan kebiasaan yang salah seputar pengapian, simak petunjuk di bawah ini.
1. Besarnya voltase bukan segalanya
Kemampuan koil untuk memproduksi voltase arus listrik akan membuat pembakaran maksimal dan efisien memang benar. Namun yang terpenting, time delivery-nya. "Time delivery adalah waktu yang diperlukan pada saat arus listrik mengalir dari koil sampai ke busi," ungkap Taqwa. Semakin singkat waktunya, Taqwa melanjutkan, semakin baik pembakaran pada mesin. Untuk sistem direct ignition, time delivery-nya sangat singkat karena arus listrik dari koil langsung dikirim ke busi. Adapun sistem yang tak langsung (indirect) masih membutuhkan distributor.
2. Jangan ganti busi sembarangan
Busi berperforma tinggi, yang diincar karakteristiknya, tidak jauh beda dengan busi aslinya. Ini seperti restriktor dan heat range-nya. Sampai meleset, kerja mesin akan terganggu. Sudah begitu, harganya yang berkisar Rp 50.000-Rp 100.000 per satuan tidak sesuai dengan peningkatan tenaga yang dihasilkan.
3. Pemakaian koil high performace
Untuk mesin mobil yang sudah menganut direct ignition bukan hal yang mutlak pakai koil high performance. Selain harga selangit, kemampuan koil standar sudah cukup, kalau kebutuhannya untuk harian. Lain hal kalau sudah dimodifikasi ekstrem, seperti aplikasi turbo. Sebabnya, pada tahap itu, suplai arus listrik dari koil standar terlalu kecil.
4. Volt stabilizer dan ground wiring
Pemakaian dua komponen ini tidak mendongkrak tenaga yang signifikan, tetapi tetap perlu dipakai. Fungsinya memaksimalkan kualitas pengapian lantaran arus listrik yang ada di mesin menjadi lebih stabil.
5. Pemasangan piggyback
Fungsinya bukan untuk utak-atik setelan mesin, tetapi juga bisa memaksimalkan sektor pengapian. Dengan pemakaian piggyback, waktu pengapian bisa disetel sesuai kebutuhan. Caranya, majukan waktu pengapian beberapa derajat. Efeknya, harus dibarengi dengan pemakaian bahan bakar yang lebih berkualitas. Jika tidak, mesin bisa ngelitik. (Tomo)
Kompas.com
Kamis, 12 November 2009
Tips Mendahului Kendaraan di Jalan
Mencapai tujuan perjalanan merupakan harapan semua pengemudi dan penumpang, cara mengemudi kendaraan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadapnya.
Saat kendaraan memiliki beban penuh, kinerja ban, suspensi, serta kaki-kaki akan berkerja keras hingga mencapai batas maksimum, pergerakan kendaraan yang mendadak dapat menmbuat kendaraan sulit dikendalikan, sebagai akibat pergerakan titik berat kendaraan yang tidak stabil.
Lakukan akselerasi secara bertahap, lepaskan pedal kopling perlahan, pergunakan gigi yang tepat.
Berikut beberapa tips pengendalian, semoga memberikan manfaat :
1. Jangan lakukan zig-zag, kerja suspensi pada batas maksimum akan mengakibatkan kurangnya daya cengkeraman ban, sehingga kendaraan akan mudah mengalami SELIP.
2. Pastikan kondisi lalu lintas aman dan memungkinkan baik kendaraan dari depan, BELAKANG, maupun arah berlawanan.
3. Gunakan lampu SEIN kanan sebagai media informasi akan menyalip.
4. Pastikan kembali melalui spion kondisi sekitar kendaraan, termasuk dari arah berlawanan akan POTENSI gangguan serta kecepatan kendaraan dari arah berlawanan.
5. Pergunakan posisi gigi yang tepat, tidak perlu menurunkan gigi bila DIRASA yang sedang dipergunakan sudah cukup dengan putaran mesin minimal 2000 rpm.
6. Gerakkan setir secara HALUS disertai dengan akselerasi.
7. BILA perlu, sertai dengan kedipan lampu jauh dan atau klakson.
8. Jangan terlalu dekat antara SISI kendaraan dengan kendaraan yang dilalui, usahakan minimal 1 meter.
9. Perhatikan marka jalan, pastikan kendaraan yang dilaui ( terutama bis ) untuk tidak bergerak MELEWATI marka, yang berarti akan menghalangi kendaraan anda.
10. Bila lampu kanan kendaraan yang telah dilalui terlihat pada SPION kiri, perlahan gerakkan kendaraan kembali menuju lajur kiri.
11. HINDARI menyalip di tikungan, naikan, serta jembatan karena selain bidang pandang terbatas, ruang manuver kendaraan yang juga terbatas cenderung berbahaya.
12. Akan banyak ditemui di perjalanan bahwa kendaraan SETELAH menyalip menggunakan sein kiri. Maksudnya adalah memberi informasi kepada kendaraan yang dilalui tentang manuver selanjutnya.
Namun ada pula yang saat menyalip langsung menggunakan sein kiri, sein ini dimaksudkan agar kendaraan yang dibelakangnya TIDAK IKUT menyalip, karena kondisi dari arah berlawanan kurang ataupun tidak aman untuk kendaraan selanjutnya menyalip.
13. Jangan menggunakan BAHU jalan, karena merupakan tempat kendaraan berhenti. Dan supir sulit mengawasi kondisi bahu jalan.
14. Jangan pula menyalip dari LAJUR KIRI, kecuali keadaan memaksa demikian.
15. Bila kendaraan lain menyalip, PELANKAN sedikit kecepatan kendaraan agar kendaraan tersebut dapat kembali kelajur kiri dengan BAIK dan lebih cepat menyalipnya. Juga menjaga jarak agar lebih AMAN, bila kendaraan tersebut kembali ke lajur kiri terlalu cepat karena kurang mahir mengemudi ataupun menghindari sesuatu.
Saat kendaraan memiliki beban penuh, kinerja ban, suspensi, serta kaki-kaki akan berkerja keras hingga mencapai batas maksimum, pergerakan kendaraan yang mendadak dapat menmbuat kendaraan sulit dikendalikan, sebagai akibat pergerakan titik berat kendaraan yang tidak stabil.
Lakukan akselerasi secara bertahap, lepaskan pedal kopling perlahan, pergunakan gigi yang tepat.
Berikut beberapa tips pengendalian, semoga memberikan manfaat :
1. Jangan lakukan zig-zag, kerja suspensi pada batas maksimum akan mengakibatkan kurangnya daya cengkeraman ban, sehingga kendaraan akan mudah mengalami SELIP.
2. Pastikan kondisi lalu lintas aman dan memungkinkan baik kendaraan dari depan, BELAKANG, maupun arah berlawanan.
3. Gunakan lampu SEIN kanan sebagai media informasi akan menyalip.
4. Pastikan kembali melalui spion kondisi sekitar kendaraan, termasuk dari arah berlawanan akan POTENSI gangguan serta kecepatan kendaraan dari arah berlawanan.
5. Pergunakan posisi gigi yang tepat, tidak perlu menurunkan gigi bila DIRASA yang sedang dipergunakan sudah cukup dengan putaran mesin minimal 2000 rpm.
6. Gerakkan setir secara HALUS disertai dengan akselerasi.
7. BILA perlu, sertai dengan kedipan lampu jauh dan atau klakson.
8. Jangan terlalu dekat antara SISI kendaraan dengan kendaraan yang dilalui, usahakan minimal 1 meter.
9. Perhatikan marka jalan, pastikan kendaraan yang dilaui ( terutama bis ) untuk tidak bergerak MELEWATI marka, yang berarti akan menghalangi kendaraan anda.
10. Bila lampu kanan kendaraan yang telah dilalui terlihat pada SPION kiri, perlahan gerakkan kendaraan kembali menuju lajur kiri.
11. HINDARI menyalip di tikungan, naikan, serta jembatan karena selain bidang pandang terbatas, ruang manuver kendaraan yang juga terbatas cenderung berbahaya.
12. Akan banyak ditemui di perjalanan bahwa kendaraan SETELAH menyalip menggunakan sein kiri. Maksudnya adalah memberi informasi kepada kendaraan yang dilalui tentang manuver selanjutnya.
Namun ada pula yang saat menyalip langsung menggunakan sein kiri, sein ini dimaksudkan agar kendaraan yang dibelakangnya TIDAK IKUT menyalip, karena kondisi dari arah berlawanan kurang ataupun tidak aman untuk kendaraan selanjutnya menyalip.
13. Jangan menggunakan BAHU jalan, karena merupakan tempat kendaraan berhenti. Dan supir sulit mengawasi kondisi bahu jalan.
14. Jangan pula menyalip dari LAJUR KIRI, kecuali keadaan memaksa demikian.
15. Bila kendaraan lain menyalip, PELANKAN sedikit kecepatan kendaraan agar kendaraan tersebut dapat kembali kelajur kiri dengan BAIK dan lebih cepat menyalipnya. Juga menjaga jarak agar lebih AMAN, bila kendaraan tersebut kembali ke lajur kiri terlalu cepat karena kurang mahir mengemudi ataupun menghindari sesuatu.
Langganan:
Postingan (Atom)